skip to main | skip to sidebar

Firmandut

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • ARSIP
  • PANTUN
  • TUGAS
  • ACAK

Minggu, 25 November 2012

perbedaan assembler, interpreter dan kompilator

Diposting oleh Unknown di 03.59

Perbedaan antara Assembler,Interpreter dan Kompiler
Assembly/Assembler

Bahasa rakitan (bahasa Inggris: assembly language) adalah bahasa pemrograman komputer tingkat rendah. Bahasa assembly merupakan notasi untuk bahasa mesin yang dapat dibaca oleh manusia dan berbeda-beda tergantung dari arsitektur komputer yang digunakan.

Berbeda dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi, bahasa assembly atau rakitan biasanya memiliki hubungan 1-1 dengan instruksi bahasa mesin. Misalnya, tiap julukan (mnemonic) yang ditulis di program dengan bahasa rakitan akan diterjemahkan menjadi tepat satu kode operasi yang dapat dimengerti langsung oleh komputer. Pada bahasa tingkat tinggi, satu perintah dapat diterjemahkan menjadi beberapa kode operasi dalam bahasa mesin. Proses pengubahan bahasa rakitan ke bahasa mesin dilakukan oleh assembler, dan proses balikannya dilakukan oleh disassembler.

Setiap arsitektur komputer memiliki bahasa mesin yang berbeda-beda sehingga bahasa rakitannya pun berbeda-beda.(dna)

Pemrograman AT89S51 bahasa Assembly

Bahasa Assembly adalah bahasa pemrograman tingkat rendah. Dalam pemrograman komputer dikenal dua jenis tingkatan bahasa, jenis yang pertama adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level language) dan jenis yang kedua adalah bahasa pemrograman tingkat rendah (low level language).

Bahasa pemrograman tingkat tinggi lebih berorientasi kepada manusia yaitu bagaimana agar pernyataan-pernyataan yang ada dalam program mudah ditulis dan dimengerti oleh manusia. Sedangkan bahasa tingkat rendah lebih berorientasi ke mesin, yaitu bagaimana agar komputer dapat langsung mengintepretasikan pernyataan-pernyataan program.

Kelebihan Bahasa Assembly:

1. Ketika di-compile lebih kecil ukuran

2. Lebih efisien/hemat memori

3. Lebih cepat dieksekusi





Kesulitan Bahasa Assembly:

1. Dalam melakukan suatu pekerjaan, baris program relatif lebih panjang dibanding bahasa tingkat tinggi

2. Relatif lebih sulit untuk dipahami terutama jika jumlah baris sudah terlalu banyak

3. Lebih sulit dalam melakukan pekerjaan rumit, misalnya operasi matematis.

Compiler

     Compiler adalah suatu program yang menerjemahkan bahasa program ( source code) kedalam bahasa objek (obyek code). Compiler menggabungkan keseluruhan bahasa program, mengumpulkannya dan kemudian menyusunnya kembali.
Kelebihan:
Pengeksekusian program cepat, karena kode yang dihasilkan berupa kode biner.
Dapat langsung diterjemahkan sendiri.
Bisa dioptimalisasikan.
Dapat bekerja di berbagai jenis komputer.
Kekurangan:
Memerlukan waktu yang lama untuk menganalisa dan memproses program.
Pembuatan kode di bagi menjadi 2 tahap, sehingga prosesnya lebih lama.
Bergantung pada linker, jika linker hilang program yang dihasilkan tidak dapat berjalan.
Tidak cocok untuk membuat program-program kecil.

Tahap Kompilasi:

Ø  Pertama source code (program yang ditulis) dibaca kememori computer).

Ø  Source code tersebut diubah menjadi objek code (bahasa Assembly).

Ø  Objek code di hubungkan dengan liberary yang dibutuhkan untuk membentuk file yang bisa dieksekusi.

Ø  Komplier memerlukan waktu untuk membuat suatu program dapat di eksekusi oleh computer, program yang dieksekusi oleh compiler adalah dapat berjalan lebih cepat disbanding program yang diperoduksi oleh interpreter, disamping itu juga bersifat independen.

Ø  Contoh program yang menggunakan compiler adalah Visual Basic, Visual Delvi, dan Pascal.

Interpreter

Berbeda dengan compiler, interpreter menganalisis dan mengeksekusi setiap baris program tanpa melihat program secara keseluruhan. Keutungan dari interpreter adalah bahwa eksekusi bisa dilakukan dengan segera tanpa melalui tahap komplasi. Untuk alas an ini interpreter digunakan pada saat pembuatan program skala besar. Contoh program yang menggunakan intpreter adalah Cobol, PHP, ASP, dan lain-lain.

Perbedaan

1.      Perbedaan antara Compiler dengan Interpreter :

a.        Jika hendak menjalankan program hasil kompilasi dapat dilakukan tanpa butuh source code. Kalau interpreter butuh source code.

b.      Jika dengan kompiler, maka pembuatan kode yang bisa dijalankan mesin dilakukan dalam 2 tahap terpisah, yaitu parsing ( pembuatan kode objek ) dan linking ( penggabungan kode objek dengan library ) . Kalau interpreter tidak ada proses terpisah.

c.       JIka compiler membutuhkan linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library demi menghasilkan suatu kode yang bisa dijalankan oleh mesin. Kalau interpreter tidak butuh linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library.

d.      Interpreter cocok untuk membuat / menguji coba modul ( sub-routine / program-program kecil ). Maka compiler agak repot karena untuk mengubah suatu modul / kode objek kecil, maka harus dilakukan proses linking / penggabungan kembali semua objek dengan library yang diperlukan.

e.       Pada kompiler bisa dilakukan optimisasi / peningkatan kualitas kode yang bisa dijalankan. Ada yang dioptimasi supaya lebih cepat, ada yang supaya lebih kecil, ada yang dioptimasi untuk sistem dengan banyak processor. Kalau interpreter susah atau bahkan tidak bisa dioptimasikan.



Kelebihan:
Memerlukan waktu yang sebentar untuk menganalisa dan memproses program.
Pembuatan kode hanya dalam satu tahap saja.
Tidak membutuhkan linker, sehingga tidak repot dalam pengeksekusian program.
Cocok untuk membuat / menguji  program-program kecil.
Hasil yang didapatkan berupa satu kesatuan perintah dalm bentuk bahasa mesin.
Kekurangan
Pengeksekusian program relatif lambat, karena kode yang dihasilkan berupa kode lanjutan.
Harus diterjemahkan oleh program lain.
Tidak bisa dioptimalisasikan.
Harus mengikuti alur logika yang dibuat oleh programmer. Sekali programmer salah membuat logika maka pembutan kode akan gagal.
Hanya dapat bekerja pada satu jenis komputer yang sama.


2.      Perbedaan antara Assembler,Interpreter dan Kompiler :

a.       Assembler mengubah kode assembly menjadi kode mesin.Interpreter mengubah kode tingkat tinggi menjadi real-time kode mesin dan menyimpannya di memori untuk pengeksekusian secara langsung.Kompiler mengubah kode tingkat tinggi menjadi real-time kode mesin atau beberapa kode tingkat menengah dan menyimpan ke dalam sebuah file untuk bisa dieksekusi kemudian.

b.      Interpreter merupakan translator yang menerjemahkan bahasa paling lambat dibandingkan assembler dan kompiler.

c.       Kompiler merupakan translator yang paling mudah untuk digunakan dalam menerjemahkan bahasa dibandingkan interpreter dan assembler.

1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Jumat, 16 November 2012

visual basic

Diposting oleh Unknown di 01.55

1.    Kondisi pada Visual Basic

1.       For … Next
Digunakan untuk mengulang blok perintah dalam jumlah yang telah ditentukan, di dalamnya hanya perlu menuliskan nilai awal dan nilai akhir variable penghitung.
Sintaks:                                      
For (variabel integer) = (awal) to (akhir) [step (pertambahan)] (blok perintah)
Next
               2.   Do While ... Loop
Digunakan untuk melakukan pengulangan terus menerus selama kondisi memenuhi syarat. Jika bernilai FALSE akan berhenti.
Sintaks:
Do While (kondisi)
(ekspresi)
Loop
                3.   Do Until … Loop
Adalah kebalikan dari Do While. Looping ini akan mengulangi suatu perintah (instruksi) selama kondisi yang dibandingkan tidak memenuhi syarat dan akan berhenti apabila memenuhi syarat.
Sintaks:
Do Until (kondisi)
Instruksi
[Exit Do]
Instruksi
Loop
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Senin, 12 November 2012

tenses

Diposting oleh Unknown di 05.45
VERB TENS
PAST
PRESENT
FUTURE
SIMPLE
Simple past tense adalah suatu bentuk kata kerja sederhana untuk menunjukkan bahwa suatu kejadian pernah terjadi maupun merupakan kebiasaan dimasa lampau. Selain itu, tense ini juga digunakan pada if conditional tipe 2.

The Formula uses Adj / Noun :
S + was/were + Adj/Noun + O
The Formula uses Verb :
(+)S + V2 + O
(-) S + did + not + V1 + O
(?)did + subject + v1 + O

EXAMPLE :
 (+)I was a stamp collector.
(-)I wasn’t a stamp collector.
(?)Was I a stamp collector?



Simple present tense adalah suatu bentuk kata kerja yang paling sering digunakan dalam bahasa inggris dimana digunakan untuk mengungkapkan kejadian factual dan habitual(kebiasaan), general maupun tidak general, instruksi, maupun rencana atau jadwal.

The Formula uses Adj / Noun :
S + is/am/are + O
The Formula uses Verb :
(+)S +/- aux. verb(do/does) + V-1 + O
(-)S + aux. verb(do/does) + not  + V1 + O
(?)be(am/is/are) + S + V1 + O

EXAMPLE :
 (+)
She likes eating out.
My friend cares about my problems.

(-)
She doesn’t like eating out.
My friend doesn’t care about my problems

(?)Does my friend care about my problems?
Simple future tense adalah suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan aksi di masa depan dengan atau tanpa rencana.

The Formula uses
(+)S + will + V1 + O
(-)S + will + not + V1 + O
(?)Will + s + V1 + O

EXAMPLE :
 (+) I will shut up the window.
(-) I won’t shut up the window.
(?) Will I shut up the window?
CONTINUOS (PROGRESIVE)
Past continuous tense adalah suatu bentukkata kerja yang digunakan untuk mengungkapkan aksi yang terjadi selama momen tertentu dimasa lampau. Aksi tersebut dapat terjadi secara tunggal, berulang kali, atau disela oleh aksi lainnya.
The Formula uses Verb :
(+) S + was/were + Ving + O
(-) S+wasn’t/weren’t+Ving+O
(?) Was/were + S + Ving + ?

EXAMPLE :
(+)The team was playing basketball.
(-)The team was not playing basketball.
(?)Was the team playing basketball?

Present continuous tense adalah bentuk kata kerja yang digunakan untuk membicarakan aksi yang sekarang sedang terjadi, rencana dimasa depan, atau tren yang sedang terjadi.
The Formula uses Verb :
 (+) S + Tobe* + Ving + O
(-) S + Tobe* + not + Ving + O
(?) Tobe* + S + Ving + O + ?

EXAMPLE :
(+)He is smiling to you.
(-)He is not smiling to you
(?)Is he smiling to you?

Future continuous tense adalah bentuk kata kerja yang digunakan untuk mengungkapkan aksi yang akan sedang terjadi di masa depan. Selain itu, bentuk kata kerja ini dapat pula digunakan untuk mengekspresikan jadwal atau rencana.
The Formula uses Verb :
(+) S + will be + Ving + O
(-) S + Won’t be + Ving + O
(?) Will +S+be+Ving + O + ?

EXAMPLE :
(+)He will be sleeping.
(-)He will not be sleeping.
(?)Will he be sleeping?
PERFECT
Past perfect tense adalah salah satu bentukkata kerja yang digunakan untuk mengekspresikan aksi yang telah selesai di masa lampau. Aksi yang telah selesai di masa lampau itu dapat terjadi berulang kali maupun dapat pula diikuti aksi lainnya. Selain itu, tenseini juga dapat digunakan pada if conditional tipe 3 dan reported speech.
The Formula uses Verb :
(+) S + had + V3/ + O
(-) S + hadn’t + V3/ + O
(?) had + S + V3/ + O + ?


EXAMPLE :
(+)I had seen the picture.
(-)I hadn’t seen the picture.
(?)Had I seen the picture?
Present perfect tense adalah suatu bentukkata kerja yang digunakan untuk mengungkapkan pengalaman dimasa lalu, perubahan informasi, aktivitas atau situasi yang telah dimulai di masa lalu dan belum selesai sekarang, serta event yang baru saja terjadi.

The Formula uses Verb :
(+) S + has/have+V3/been+ O
(-)S+hasn’t/haven’t+V3/been+O
(?) has/have+S+V3/been+O+?





EXAMPLE :
(+)I’ve arranged the meeting.
(-)I have not arranged the meeting.
(?)Have I arrange the meeting?
Future perfect tense adalah suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk mengungkapkan bahwa suatu aktivitas akan sudah selesai sebelum aktivitas lain atau sebelum suatu titik waktu dimasa depan.

The Formula uses
(+)S + will + have + V-3/past participle + O
(-)S + will + not + have + V-3/past participle + O
(?)will + S + have + V-3/past participle + O




EXAMPLE :
(+)Meri will have read the book.
(-)Meri won’t have read the book.
(?)Will Meri have read the book?
PERFECT  CONTINUOS (PROGRESSIVE)
Past perfect continuous tense adalah suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk mengungkapkan suatu aksi dengan durasi waktu tertentu dimasa lalu sebelum aksi lainnya terjadi. Selain itu, tense ini juga digunakan untuk mengekspresikan berapa lama suatu aksi terjadi sampai titik waktu tertentu dimasa lampau.
The Formula uses Verb :
(+) S + had been + Ving + O
(-)S + had + not + been + V1-ing + O
(?)had + S + been + V1-ing + O


EXAMPLE :
 (+)Lia had been walking alone for 10 minutes.
(-)Lia had not been walking alone for 10 minutes.
(?)Had Lia been walking alone for 10 minutes?

Present perfect progressive tense adalah suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk mengungkapkan aksi yang baru saja berhenti dengan hasil sekarang maupun aksi yang berlanjut sampai sekarang dimana aksi-aksi tersebut telah dimulai dari masa lalu.The Formula uses Verb :
(+)S + has/have + been + Ving + O
(-) S + aux. verb(have/has) + not + been + V1-ing + O
(?) have/has) + S + been + V1-ing + O

EXAMPLE :
(+)The toddlers have been playing a ball.
(-)The toddlers haven’t been playing a ball.
(?)Have the toddlers been playing a ball?
Future perfect continuous tense adalah suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk mengungkapkan aksi yang berlangsung hingga titik waktu tertentu dimasa depan.
The Formula uses Verb :
(+)S + will have been + Ving + O
(-)S + will + not + have been + V1-ing + O
(?)will + S + have been + V1-ing + O

EXAMPLE :
(+)The cat will have been sleeping long.
(-)The cat will not have been sleeping long.
(?)Will the cat have been sleeping long?



0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Senin, 29 Oktober 2012

tugas manajemen umum 2

Diposting oleh Unknown di 19.12
A.                      Pengertian dan Definisi Perencanaan

Perencanaan terjadi pada semua kegiatan. Perencanaan merupakan proses awal dimana manajemen memutuskan  tujuan dan cara pencapaiannya. Perencanaan adalah hal yang sangat esensial karena dalam kenyataanya perencanaan memegang peranan lebih bila dibandng dengan fungsi-fungsi manajemen yang lainnya, yaitu pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Dimana fungsi-fungsi manajemen tersebeut sebenatnya hanya merupakan pelaksanaan dari hasil sebuah perencanaan 


Berikut ini adalah pengertian dan definisi perencanaan:

# INDRA BASTIAN
Perencanaan adalah suatu proses yang tidak pernah berakhir. Apabila sebuah rencana telah ditetapkan, maka dokumen menyangkut perencanaan terkait harus diimplementasikan

Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pengambilan keputusan tentang "apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.


# DEACON
Perencanaan adalah upaya menyusun berbagai keputusan yang bersifat pokok, yang dipandang paling penting dan yang akan dilaksanakan menurut urutannya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan

# DRUCKER
Perencanaan adalah suatu proses yang diorganisasi dan dilaksanakan secara sistematis dengan emnggunakan pengetahuan yang ada sesuai keputusan yang telah ditetapkan bersama

# GOETZ
Perencanaan adalah kemampuan memilih satu kemungkinan dari berbagai kemungkinan yang tersedia dan yang dipandang paling tepat untuk mencapai tujuan.

# ANONIM
Perencanaan adalah suatu rangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis untuk mencapai yujuan yang telah ditetapkan . diputuskan bersama

# GEORGE PICKETT & JOHN J. HANLON
Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana mencapai suatu tujuan begitu tujuan itu ditetapkan

# STONER 
Perencanaan adalahproses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi

Perencanaan adalah proses menetapkan sasaran atau tujuan dan tindakan yang perlu untuk mencapai tujuan (goal) tersebut

# CUNINGHAM
Perencanaan adalah menyelesi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan emformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima dan digunakan dalam penyelesaian

# HUSEIN UMAR
Perencanaan merupakan kegiatan atau proses membuat rencana yang kelak dipakai perusahaan dalam rangka melaksanakan pencapaian tujuannya


B.                        Empat Tahap Dasar Perencanaan
Semua kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui 4 tahapan berikut ini.
Tahap 1 : Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan
. Perencanaan dimulai dengankeputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja.Tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya  sumberdayanya secara tidak efektif.
Tahap 2 : merumuskan keadaan saat ini 
. Pemahaman akan posisi perusahaansekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersediauntuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkutwaktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencanadapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua inimemerlukan informasi-terutama keuangan dan data statistik  yang didapat melaluikomunikasi dalam organisasi.
Tahap 3 : mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan
. Segala kekuatan dankelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukurkemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intren dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya,atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walau pun sulit dilakukan, antisipasi keadaan,masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalahbagian esensi dari proses perencanaan.
Tahap 4 : mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaiantujuan
. Tahap terakhir dalam proses perncanaan meliputi pengembangaan berbagaialternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut danpemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada.

Perencanaan operasional: kebutuhan apa saja yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan strategi tersebut. Lingkup perencanaan ini lebih sempit dibandingkan dengan perencanaan strategi.
Perencanaan operasional yang khas :
 
1. Perencanaan produksi (Production Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan metode dan teknologi yang dibutuhkan dalam pekerjaan
 
2. Perencanaan keuangan (Financial Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan dana yang dibutuhkan untuk aktivitas operasional
 
3. Perencanaan Fasilitas ( Facilites Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan fasilitas & layaout pekerjaan yang dibutuhkan untuk mendukung tugas.
 
4. Perencanaan pemasaran (Marketing Plans) : Berhubungan dengan keperluan penjualan dan distribusi barang /jasa.
perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Plans): berhubungan dengan rekruitmen, penyeleksian dan penempatan orang-orang dalam berbagai pekerjaan.

C.                       Penetapan Tujuan

Misi Dan Tujuan Organisasi 

Sebelum organisasi menentukan tujuannya, terlebih dulu menetapkan misi / maksud organisasi. Misi adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang maksud organisasi. Sedangkan Misi organisasi adalah maksud khas (unik) dan mendasar yang membedakan organisasi dari organisasi-organisasi lainnya dan mengidentifikasikan ruang lingkup operasi dalam hal produk dan pasar.
Etzioni mendefinisikan tujuan organisasi sebagai :
1.                 Suatu pernyataan tentang keadaan yang diinginkan dimana organisasi bermaksud untuk merealisasikan
2.                 Pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan datang di mana organisasi sebagai kolektifitas mencoba untuk menimbulkannya
2 unsur penting tujuan adalah :
1.                 Hasil-Hasil akhir yang diinginkan di waktu mendatang dengan mana
2.                 Usaha-uasaha / kegiatan-kegiatan sekarang diarahkan
Tujuan dapat berupa tujuan umum / khusus , tujuan akhir / tujuan antara. Tujuan Umum (tujuan strategic) secara operasioanal tidak dapat berfungsi sebelum dijabarkan terlebih dahulu kedalam tujuan-tujuan khusus yang lebih terperinci sesuai dengan jenjang manajemen, sehingga membentuk hirarki tujuan.





Fungsi Tujuan Organisasi
1.       Pedoman Bagi Kegiatan, melalui penggambaran hasil-hasil di waktu yang akan datang. Fungsi tujuan memberikan arah dan pemusatan kegiatan organisasi mengenai apa yang harus dan tidak harus dilakukan
2.      Sumber Legitimasi, akan meningkatkan kemampuan organisasi untuk mendapatkan sumber daya dan dukungan dari lingkungan di sekitarnya
3.      Standar Pelaksanaan, bila tujuan dilaksanakan secara jelas dan dipahami, akan memberikan standar langsung bagi penilaian pelaksanaan kegiatan (prestasi) organisasi
4.       Standar Motivasi, berfungsi sebagai motivasi dan identifikasi karyawan yang penting. Dalam kenyataannya, tujuan organisasi sering memberikan insentif bagi para anggota
5.      Dasar Rasional Pengorganisasian, tujuan organisasi merupakan suatu dasar perancangan organisasi

Management by Objective (MBO)

Management by Objective ( MBO ) digagas pertama kali oleh Peter F.Drucker yang merupakan profesor, praktisi konsultan manajemen dari Claremont Graduate University atau sekarang dikenal dengan nama Peter F.Drucker and Masatoshi Uto Graduate School of Management.
MBO digagas pada tahun 1954, dengan tujuan agar para perusahaan dapat berjalan baik harus menetapkan sasaran yang jelas dan secara terpadu agar goal atau tujuan dapat tercapai secara efektif.
MBO mendorong setiap tingkatan manajemen berkomitmen untuk partisipasi dalam mencapai rencana yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Dalam pelaksanaan MBO ini harus ada kesepakatan antara karyawan dan pimpinan, agar mereka melaksanakan dan memiliki komitmen yang sama, yaitu :
         Tujuan yang ingin dicapai oleh setiap bagian / bawahan.
         Perencanaan yang akan dilakukan setiap divisi, untuk mendukung tujuan bersama.
         Standard pengukuran keberhasilan pencapaian tujuan.
         Prosedur untuk mengevaluasi keberhsilan pencapaian tujuan.
Untuk mencapai keberhasilan dalam MBO, dibutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak internal di perusahaan.
Pimpinan dan karyawan di dalam perusahaan harus memiliki kesepakatan untuk mewujudkan kinerja yang lebih baik, dimana dicapai melalui proses perencanaan dan implementasi, serta melalui pengawasan bersama dan terintegrasi.
Untuk pelaksanaan MBO, maka di butuhkan tahapan-tahapan sebagai berikut :
         Tahap Persiapan, dimana menyiapkan dokumen-dokumen serta data-data yang diperlukan.
         Tahap Penyusunan, dimana menjabarkan tugas pokok dan fungsi-fungsi setiap bagian dalam organisasi, agar seluruhnya terintegrasi mencapai visi dan misi yang dicanangkan oleh perusahaan. Merumuskan keadaan sekarang untuk membantu identifikasi dan antisipasi masalah atau hambatan serta kemudahan-kemudahan.
         Tahap Pelaksanaan, dimana pelaksanaan seluruh kegiatan dan fungsi manajemen secara menyeluruh seperti pengorganisasian, pengarahan, pemberian semangat dan motivasi, koordinasi, integrasi dan sinkronisasi.
         Tahap Pengendalian, Monitor, Evaluasi dan Penyesuaian, dimana bertujuan tercapainya tujuan dan sasaran yang tertuang dalam rencana stratejik ( Renstra ) melalui kegiatan keseluruhan dalam perusahaan.
Penilaian Kinerja diukur dengan : Efesiensi, Efektivitas, Kemanfaatan program dan keberlanjutan program/kegiatan. Evaluasi dilaksanakan terahadap HASIL (OUTCOMES) PROGRAM yang berupa DAMPAK DAN MANFAAT.
Dalam penyusunan rencana, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :
         Apa yang akan di kerjakan ? ( What ), tindakan-tindakan apa yang akan dilakukan agar tercapainya sasaran.
         Dimana kegiatan akan dilakukan ? ( Where ), perlu dipertimbangkan tempat pelaksanaan kegiatan yang dapat mendukung kegiatan perencanaan tersebut.
         Kapan waktu yang tepat untuk melaksanakannya ? ( When ), dimana kemampuan untuk mengatur, memilih dan memanfaatkan waktu yang tepat untuk melaksanakan rencana dan eksekusi rencana tersebut.
         Bagaimana, rencana tersebut dilaksanakan ? ( How ), dengan metoda apa pelaksanaan rencana ini akan di eksekusi.
         Siapa yang menjadi sasaran ? ( Who ), menentukan siapa sasaran dan siapa orang yang berkompeten untuk melaksanakan rencana tersebut.
         Mengapa ini dilakukan ? ( Why ), merupakan jawaban dari seluruh pertanyaan What, Where, When, How dan Who. Berusaha melihat, apakah rencana-rencana tersbut apakah memiliki kelemahan.










D.                      Pembuatan Keputusan



Tipe-Tipe Keputusan

Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran.
Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
         Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tkt bawah. Contoh: keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.
         Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.
         Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yg sangat penting didalam pengambilan keputusan tdk terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tdk terstruktur yg jarang terjadi.




Proses pembuatan keputusan
1.      Pemahaman dan perumusan masalah
Manajaer harus menemukan masalah apa yang sebenarnya, dan menentukan bagian-bagian mana yang harus dipecahkan dan bagian mana yang seharusnya dipecahkan.
2.                 Pengumpulan dan analisa data yang relevan
Setelah masalahnya ditemukan, lalu ditentukan dan dibuatkan rumusannya untuk membuat keputusan yang tepat.
3.                 Pengembangan alternatif
Pengembangan alternatif memungkinkan menolak kecendrungan membuat keputusan yang cepat agar tercapai keputusan yang efektif.
4.                 Pengevaluasian terhadap alternatif yang dipergunakan 
Menilai efektivitas dari alternatif yang dipakai, yang diukur dengan menghubungkan tujuan dan sumber daya organisasi dengan alternatif yang realistik serta menilai seberapa baik alternatif yang diambil dapat membantu pemecahan masalah.


5.                 Pemilihan alternatif terbaik
Didasarkan pada informasi yang diberikan kepada manajer dan ketidaksempurnaan kebijaksanaan yang diambil oleh manajer.
6.                 Implementasi keputusan
Manajer harus menetapkan anggaran, mengadakan dan meng alokasikan sumber daya yang diperlukan, serta menugaskan wewenag dan tanggung jawab pelaksana tugas, dengan mempewrhatikan resiko dan ketidakpastian terhadap keputusan yang diambil.
7.                 evaluasi atas hasil keputusan
Implementasi yang telah diambil harus selalu dimonitor terus-menerus, apakah berjalan lancar dan memberikan hasil yang diharapkan.



E.KETERLIBATAN BAWAHAN DALAM PEMBUATAN KEPUTUSAN

Para manejer akan sulit untuk membuat keputusan tanpa melibatkan bawahan, keterlibatan ini dapat formal, seperti pengunaan kelompok dalam pembuatan keputusan, atau informal, seperti permintaan akan gagasan.

1. Pembuatan Keputusan Kelompok
Banyak manajer merasa bahwa keputusan yang dibuat secara kelompok, seperti panitia lebih efektif karena mereka memaksimumkan pengetahuan lain. Berbagai kebaikan dan kelemahan pembuatan keputusan secara kelompok
Kebaikan
Kelemahan
1.                 Dalam pengembangan tujuan, kelompok memberikan jumlah pengetahhuan yang lebih besar.
2.                 Dalam pengembangan alterna-tif, usaha individual para anggota kelompok dapat memungkinkan pencarian lebih luas dalam berbagai bidang fungsional organisasi.
3.                 Dalam penilaian alternatif, kelompok mempunyai kerangka pandangan yang lebih lebar.
4.                 Dalam pemilihan alternatif kelompok lebih dapat meneri-ma risiko disbanding pembuat keputusan individual.
5.                 Karena berpartisipasi dalam proses pembuatan keputusan, para anggota kelompok secara individudal lebih termotivasi untuk melaksanakan keputus-an.
6.                 Kreativitas yang lebih besar dihasilkan dari interaksi antar individu dengan berbagai pandangan yang berbeda- beda.
7.                 Implementasi suatu keputusan apakah dibuat oleh kelompok atau tidak, haru diselesaikan oleh para manejersecara individual. Karena kelompok tidak diberikan tanggung jawab, keputusan kelompok dapat menghasilkan situasi dimana tidak seorangpun merasa bertanggung jawab dan saling melempar tanggung jawab.
8.                 Berdasarkan pertimbangan nilai dari waktu sebagai salah satu sumber daya organisasi, keputusan kelompok sangant memakan biaya.
9.                 Pembuatan keputusan kelompok adalah tidak efesien bila keputusan harus dibuat dengan cepat.
10.            Keputusan kelompok, dalam berbagai kasus, dapat merupakan hasil kompromi atau bukan sepenuhnya keputusan kelompok.
11.            Bila atasan terlilbat, atau salah satu anggota mempunyai kepribadian yang dominan, keputusan yang dibuat kelompok dalam kenyataannya bukan keputusan kelompok.
1.      Implementasi suatu keputusan apakah dibuat oleh kelompok atau tidak, haru diselesaikan oleh para manejersecara individual. Karena kelompok tidak diberikan tanggung jawab, keputusan kelompok dapat menghasilkan situasi dimana tidak seorangpun merasa bertanggung jawab dan saling melempar tanggung jawab.
2.                 Berdasarkan pertimbangan nilai dari waktu sebagai salah satu sumber daya organisasi, keputusan kelompok sangant memakan biaya.
3.                 Pembuatan keputusan kelompok adalah tidak efesien bila keputusan harus dibuat dengan cepat.
4.                 Keputusan kelompok, dalam berbagai kasus, dapat merupakan hasil kompromi atau bukan sepenuhnya keputusan kelompok.
5.      Bila atasan terlilbat, atau salah satu anggota mempunyai kepribadian yang dominan, keputusan yang dibuat kelompok dalam kenyataannya bukan keputusan kelompok.
















Daftar Pustaka

Link : (http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/pembuatan-keputusan-7/)
Link : (http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_11185/title_proses-pembuatan-keputusan/ )
Link : (http://putriluviani.blog.com/2011/11/09/33/)
Link : carapedia.com/pengertian_definisi_perencanaan_info2066
Link : (http://guekemal.wordpress.com/2010/11/15/misi-dan-tujuan-organisasi/)
Link : (http://adehanisah.blogspot.com/2011/05/misi-dan-tujuan-organisasi.html )
Link : (http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2010/08/27/management-by-objective-mbo/)
Link : http://yenirosilawati.blogspot.com/2008/03/perencanaan-sebagai-fungsi-manajemen.html
Link : http://www.scribd.com/doc/46122293/Empat-Tahap-Dasar-an





0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Blog Archive

  • ▼  2015 (7)
    • ▼  Mei (3)
      • Terapan Komputer Perbankan 3
      • Terapan Komputer Perbankan 2
      • TERAPAN KOMPUTER PERBANKAN
    • ►  Februari (4)
  • ►  2014 (9)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (40)
    • ►  November (3)
    • ►  Juni (14)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (10)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (13)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (8)

Followers

  • Kepo

WAJIB KEPO

Unknown
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com